Rabu, 18 November 2015

Renungan malam

Tersadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa.. aku belum menjadi apa-apa.
Terus berjalan kaki di tempat..
Tanpa bergerak tanpa berpindah..
Banyak tatapan merendahkan dan tatapan menelanjangi dengan keadaanku saat ini..
Aku memang penakut. Aku tak bisa membalas yang mereka lalukan.
Mundur.. dan berbalik arah mencari suasana senyap.. lalu aku menangis.
Hanya itu yang bisa aku lakukan..

Sabtu, 04 Juli 2015

Pegawai tanpa seragam

Dia menganggapku rendah. Tidak menghargai hanya karna aku tidak berseragam..
Hanya karna aku bukan pegawai tetap..
Bicara seenaknya..
Bagaikan bos yang punya wewenang..
Berkacalah.. kau tidak lebih baik dariku.
Kita sama-sama mencari uang untuk bisa bertahan hidup..
Apa yang kau banggakan ?
Jabatan ? Aaah.. apalah artinya jabatan jika masih bisa di pecat..
Apalah artinya jabatan jika masih ada orang yang lebih berpengaruh darimu..
Jaga ucapanmu. Karna bukan tidak mungkin esok kau akan merasakan bagaimana rasanya menjadi aku.
Yang kau anggap pegawai rendahan..
Pegawai yang tidak memakai seragam. Pegawai yang hanya bersifat paruh waktu..

Jumat, 03 Juli 2015

Hampir lelah

Aku belum bisa menghasilkan apa-apa dari perjuanganku..
Cita-citaku belum sempat terwujud sampai usiaku hampir menua..
Iri rasanya melihat mereka telah berhasil mencapai masa suksesnya..
Bisa tersenyum lebar.. tak perlu memikirkan beban hidup yang berat..
Aku disini masih merayap. Masih tertatih mencari jati diri.. mencari arti hidupku sebenarnya..
Aku masih bergelut dengan terik matahari yang menyengat kulit.. aku masih memakai baju seadanya. Sedangkan mereka sudah memakai pakaian rapi.. dan berbalut perhiasan..
Aku masih memulai semua dari nol.
Saat rasa iri sudah penuh di otakku..
Aku hanya bisa memalingkan wajah. Lalu menundukannya menyembunyikan air mata yang hampir menetes.

Kuat yang selama ini kurasakan mulai melemah..
Otak yang selama ini berpikir semakin hari semakin penuh sesak oleh pikiranku yang sembraut..
Tuhan. Aku yakin kau menciptakanku dengan tujuan.. aku yakin hidupku pasti memiliki arti..
Tolong bantu aku untuk segera menemukan siapa aku sebenarnya..
Tolong bantu aku untuk segera mencapai cita-cita yang selama ini aku impikan..

Kamis, 18 Juni 2015

Cinta pertama

Saat itu aku belum layak untuk mengenal cinta.
Karna usiaku yang masih belia..
Aku mengenalnya sebagai teman. Begitupun dia..
Awalnya kami hanya saling bercanda. Tertawa bersama dengan suasana ruangan kelas yang ramai oleh teman-temanku yang lain..
Tapi entah apa dan kenapa. Hati ini mulai merasa ada yang salah..
Aku lebih suka melihatnya di bandingkan dengan yang lain..
Rasanya menjadi penyemangat dalam masa sekolah..
Pada akhirnya aku tau. Bahwa aku menyukainya..
dia memang tidak tampan.. kulitnyapun tidak putih.. hanya saja ada daya tarik tersendiri yang ada dalam dirinya..
Rasa suka ini mulai mendapat jawaban. Kala itu dia memberanikan diri untuk menjadikanku teman dekat'y. Lebih tepatnya aku menjadi pacarnya..
Senang.. tentu saja..
Namun kesenanganku tidak berlangsung lama.. aku harus memutuskan status pacaranku dengannya. Karna ketidakpedulian dia..
Aku merasa hanya aku yang suka padanya. Dan dia sebaliknya..
Sepertinya hanya menganggapku teman.. lalu aku mempertanyakan kenapa beberapa waktu lalu dia ingin aku menjadi pacarnya ??
Setelah semua berakhir. Aku dan dia menjalankan aktivitas kami masing-masing..

Kini. Usiaku menginjak 22 tahun..
Yaa.. aku sudah mempunyai pacar lagi.dan kali ini rasa cintaku berbalas..
kami saling mengerti.. saling menjaga.. dan menyayangi..
Hubunganku dengannya terbilang sudah cukup lama.
Tapi. Perasaan ini tidak bisa berbohong..
Pasanganku kali ini bukan cinta pertamaku..
Karna cinta pertamaku sudah pergi..
Dia yang dulu menjadi teman sekelasku saat duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Yang samapi pada saat ini. Dia cinta pertamaku yang kini tetap menjadi temanku.
Terimakasih cinta pertama.. telah menjadi bagian kisah cintaku..

Jumat, 17 April 2015

TERJADI KEMBALI

Terulang kembali apa yang aku takutkan, berada di situasi dimana aku harus memulai semua dari awal, kembali beradaptasi dengan keadaan, kembali berpikir keras untuk mendapatkan kehidupan yang layak. ini berawal dari kesalahpahaman yang terucap dari bibir yang tak bertulang ini, mengucapkan kata-kata yang tak seharusnya di ucapkan, mulanya hanya terjadi pertengkaran yang membuat aku bungkam seribu bahasa, tak ingin bicara jika tidak penting, aku berpikir dengan cara itu emosiku tidak akan memuncak, aku meyakini jika dengan diam bisa membuat keadaan menjadi lebih tenang. begitulah pemikiran terakhirku sebelum semuanya berubah sampai saat ini.

diamku tak membuahkan hasil, nyatanya keadaan tidak berubah, aku semakin terpojok, hingga aku memutuskan untuk merubah pikiran dan membuka mulutku, aku mencoba bersikap baik-baik saja seperti tak pernah ada masalah, aku menyapa, yaa aku benar-benar menyapanya, aku berdamai dengan diriku sendiri dan mencoba berdamai dengan dia. entah mengapa dari sekian cara yang kulakukan tidak membuahkan perubahan, sepertinya aku dan dia sama-sama bersikeras pada pendirian masing-masng. aku merasa tak bersalah, aku memang menyinggung perasaannya, tapi tidak ada niat untuk menyakiti dan merubah keadaan yang baik-baik saja menjadi buruk.

aku adalah wanita yang bisa dibilang periang, apalagi jika lawan bicaranya menyenangkan, aku biasa bercanda dengan rekan-rekanku, hal itu biasa kami lakukan jika memang ada waktu luang, aku dan mereka terbilang akrab karna memang kami telah berteman cukup lama, dan telah bekerja di tempat yang sama dengan waktu yang tidak singkat, aku berpikir dengan penjabaran yang seperti itu tidak akan ada lagi kesalahpahaman yang terjadi jika sedang bercanda, baik perkataan ataupun perbuatan, dan hal yang harus aku alami adalah hal yang terburuk yang selama ini tidak ingin aku pikirkan.

saat itu kami sedang dalam jam kerja, aku menemukan dia telah merubah penampilannya menjadi lebih muslimah, jelas saja respon pertama yang aku lakukan hanya bisa terkejut, aku berpikir sangat bagus jika dia memang telah memantapkan hatinya untuk segera memakai hijab, aku tersenyum padanya lalu mengucapkan satu kalimat "bakal dibuka lagi gak jilbabnya ?", aku berbicara seperti itu hanya untuk bercanda, benar-benar tidak ada niat untuk menyakiti hatinya, tapi kemudian dia membuang muka yang berubah menjadi kesal padaku dan membalas perkataanku, "urusan gua mau dibuka lagi apa gak", dari sinilah awal semua kesalahpahaman terjadi. hari itu berubah menjadi kelam bagiku, tersenyumpun rasanya malas, kurasa waktu berjalan semakin lama dari biasanya. aku mencoba bersikap biasa menghadapi itu aku yakin dia tidak marah dengan perkataanku, tapi dugaanku salah.

semua yang telah kubangun selama ini berubah mulai hari itu. tak ada lagi senyum, tak ada lagi tegur sapa yang menjadi penghias saat penat bekerja menghampiri, entah mau bagaimana

Sendiri

saat ini tak ada teman yang menemani, mereka yang dulu selalu menjadi pengobat penat untukku kini semua hilang, mungkin lebih tepatnya mereka sibuk dengan dunianya masing-masing. dan akupun begitu, tejebak dalam keadaan yang dulu sangat aku benci, hanya diam dan tak mengerjakan apa-apa, entah apa nama yang cukup baik untuk menggambarkan hidupku sekarang, pikiranku tak henti berpikir negatif dengan semua yang aku alami, rasanya musik penenang jiwapun tak cukup untuk mencairkan otakku yang mengeras karna berjejal pikiran yang membuatku semakin jengah, entah sampai kapan waktu akan mengantarkan aku pada tujuanku, entah akan diperlambat atau dipercepat. aku sudah mulai bosan dengan semua ini, mungkin jika terlalu lama, bukan tidak mungkin otakku akan beku dan tak bisa lagi berpikir secara baik.


Kamis, 12 Februari 2015

Bahagia itu sederhana

Jangan pernah membandingkan bahkan menggadaikan cinta dalam hati dengan alasan ingin mendapatkan harta yang banyak demi kehidupan yang lebih layak..
Karna percuma harta banyak jika cinta dan kasih sayang tidak di rasakan dengan ikhlas..

Kamis, 22 Januari 2015

Mimpi

Orang yang sukses. Terkadang mendapat cacian. Di anggap gila karna mimpi yang mnurut orang lain mustahil..
Tapi apalah arti cacian dari orang-orang yang sebenarnya membuat lemah..
Dibanding dengan hasil yang akan di dapat kala mimpi bisa menjadi kenyataan..
Tutup mata. Tutup telinga..
Biarkan mereka yang penakut terus tertidur dalam mimpi indahnya..
Dan aku.. akan tertidur dalam mimpi terindahku..
Dan tak akan lupa untuk bangun kemudian lekas menyusun hari indah menuju suksesku.

Farida fazrin

Kepada semua sahabat

Kepada semua sahabat..
Tak pernah terpikir dalam hati ini untuk membuat kesalahan..
Yang ku ingin terus menjalin hubungan baik..
Dimana tawa kita selalu renyah terdengar..  senyum simpul yang selalu terbentuk dengan manis..
Dan kebersamaan yang tak pernah terpisah..
Aku ingin selalu menjadi teman baik untukmu.. yang selalu siaga saat kau ingin aku mendengar keluh kesahmu..
Aku ingin menjadi orang pertama yang mengusap air matamu saat masalah menimpa..
Bukan perselisihan atau dendam..
Bukan rasa sakit hati yang ingin kutinggalkan dalam kesan persahabatan kita.

Rabu, 14 Januari 2015

Terimakasih

Terimakasih karna selalu jadi penyemangat di saat semua orang tidak ada yang mau melirikku..
Terimakasih karna selalu menjadikanku yang terbaik.. walau orang menganggapku tak berguna..
Aku semakin yakin kamu yang terbaik..
Aku yakin kamu akan jadi imamku..
Terus temaniku melalui bagian sedih dalam hidupku..
Aku menyayangimu..

Irvan.

Sabtu, 10 Januari 2015

Arti Sahabat

Berbagi cerita. Tawa dan tangis..
Semua di curahkan untuk sebuah kelegaan hati..
Sahabat tak pernah mengenal arti kesalahpahaman..
Selalu menceritakan semua keadaan walaupun itu pahit..
Sahabat selalu ada saat ingin tertawa.. dan selalu memeluk di saat  menangis..