Tersenyum penuh derita
menangis penuh kesenangan
berjuang demi hidup keluargamu..
keringat yang bercucuran penuh debu, menyelimuti wajahmu keriputmu..
tak kunjung goyahkan semangatmu..
kau buat kaki jadi penopang jalanmu yang kadang gontai oleh kejamnya dunia..
wajahmu pucat pasi..
berpeluh keringat menjajakan dagangan..
walau tak semua orang melirik apa yang kau jual
dipundakmu tersimpan beban.
bermodalkan tanggung jawab, kau tersenyum..
meskipun dunia berlaku tak adil, menganggapmu tak lebih dari orang pinggiran..
seakan tak kenal lelah, kau lawan terik matahari yang berada tak jauh dari dasar kulitmu..
yang hitam legam tersengat teriknya..
terdiam dalam tumpukan sayur itu, kau tertunduk..
jelas terlihat raut wajah sedih bercampur sedih.
memikirkan keluargamu yang berharap kau pulang dengan koper berisikan uang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar